Doaku Tak Terkabul

TIDAK!

Doa kita bukan tidak dikabulkan. Tidak ada doa manusia yang tidak dikabulkan oleh Allah SWT. Hanya saja Dia belum mengabulkannya atau Allah menggantikannya dengan yang lebih baik.

Pepatah bilang bahwa,

Ketika kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Dia akan menjawabnya dengan salah satu dari tiga berikut. (1) Iya. Saya kabulkan doamu. (2) Tidak. Saya akan mengabulkannya nanti, bukan sekarang. (3) Tidak. Saya tidak akan mengabulkannya tapi Saya akan memberimu pengganti yang lebih baik dari doamu.

Continue reading

Percayalah

Saat engkau ragu, percayalah
Saat engkau gundah, percayalah
Saat engkau khawatir, percayalah
Saat engkau takut, percayalah

Aku tidak mau engkau menyesal suatu saat nanti karena secuil ketidakpercayaanmu itu
Hanya satu pesanku, percayalah

~ AMYunus

Continue reading

Wahai Fazaku

Aldi sudah tidak punya Ibu sejak ia kecil. Tepat pada umur 5 tahun ibunya meninggal karena sebuah penyakit kronis. Saat itu ia masih belum mengerti apa arti sebuah kehilangan seseorang yang amat berharga dalam hidupnya.

Seiring bertambahnya umur, ia mulai mengerti bahwa ia berbeda dengan teman-temannya yang lain. Ia tidak punya ibu. Seringkali ia merasakan kangen tak terbendung kepada seseorang yang belum ia kenal dengan baik. Ia ingin bertemu dengan seseorang yang telah melahirkannya itu kemudian mengucapkan ‘Bu, aku sangat sayang padamu’.

Tak ada sesuatu yang abadi, obat kesepian yang selalu diberikan oleh ayahnya itu sudah berkurang sejak ayahnya sakit-sakitan. Kemudian tepat 5 tahun lalu saat ia berumur 16 tahun, ayahnya dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Ia tidak kuasa menahan tangis karena kepergian ayahnya tersebut. Sekali lagi ia kehilangan salah satu orang paling berharga dalam hidupnya.

Saat itu dia putus asa. Mungkin itulah kondisi paling rendah seumur hidupnya. Ia sudah kehilangan harapan. Ia sudah kehilangan semangat untuk meraih cita-citanya yang dulu melangit itu. Continue reading

Lelaki Terakhir

Awal perkenalan kami dimulai dari Twitter. Ya benar, salah satu jejaring media sosial terbesar di dunia itu. Sore hari itu, aku iseng membaca linimasa (timeline) yang sedang membicarakan sebuah rencana meetup (kumpul-kumpul ketemu offline) komunitas blogger Jakarta. Riuhnya linimasa itu menarik perhatian saya yang sedang kelelahan melepas penat kerja sehari penuh. Biasanya linimasa penuh dengan pembicaraan perihal tempat dan waktu meetup. Tapi ada yang lain dari linimasa saya sore itu.

Dila, nama seorang wanita yang sedang riuh dibicarakan itu. Continue reading