Otak itu menakjubkan. Benda itu dibungkus oleh kerasnya tulang tengkorak dan menjadi alat vital bagi tubuh manusia. Berjuta saraf terhubung dan menjadi pusat informasi bagi tubuh untuk melakukan sesuatu. Baru-baru ini saya terpikir mengenai sebuah ide yang terkait dengan otak.

Diambil dari CASA
Saya yakin pasti sudah ada yang terpikir mengenai hal ini. Jika pembaca pernah terpikir mengenai hal ini, silakan menambahkan wawasan di kolom komentar. Hehehe. Jadi ide ini berkaitan dengan pemanfaatan otak yang misterius.
Otak = hard drive
Saya berimajinasi jika otak bisa digunakan seolah hard drive komputer yang datanya bisa dibuat, dirunut, diubah, dan dihapus. Saat ini memang otak sudah memiliki kemampuan untuk itu, akan tetapi semuanya di luar kemampuan manusia. Jadi maksud ide saya ini sebuah memori/wawasan bisa dibuat/ditanamkan semudah `create new file` atau `copy-paste` di komputer. Memori/wawasan tersebut bisa dirunut kembali dengan mudah atau diingat kembali dengan mudah. Memori/wawasan tersebut juga bisa diubah dan dihapus sesuai keinginan.
Atau jangan-jangan di belahan dunia yang lain, sudah ada penelitian bagaimana mengendalikan perilaku otak? Kalau memang berhasil, saya pikir berbahaya juga ya jika digunakan untuk hal-hal yang kurang baik. Hmm.. Teknologi selalu seperti koin/pisau, yang memiliki dua sisi, sisi baik dan sisi buruk.
De javu
Selain itu, sempat juga terpikir bahwa sebenarnya semua hal yang akan kita alami di dunia ini sudah tersimpan di otak. Hanya saja interaksi kita dengan dunialah yang membangkitkan neuron-neuron terkait sehingga memori itu terekam. Menurut saya mungkin karena kita sering mengalami peristiwa deja vu, perasaan di mana pernah mengalami hal yang sama persis sebelumnya, padahal tidak. Hal ini bisa terjadi karena di saat tertentu, gelombang neuron melewati zona-zona otak yang seharusnya direkam di masa depan, akan tetapi karena zona-zona yang dilewati tidak begitu jelas, makanya sekilas buram.
Tidur
Saat tertidur, kita kehilangan kesadaran. Saat itu sebenarnya sinyal-sinyal yang awalnya berkumpul menjadi pusat saat kita sadar, sedang menjelajah ke neuron-neuron secara cepat di dalamnya. Penjelajahan tersebut bisa berupa visualisasi impian yang kuat, memori masa lalu, imajinasi yang gila, atau apapun itu. Kemudian saat terbangun, neuron yang menyebar tersebut berkumpul lagi menjadi satu dan ingatan saat mimpi itu menjadi kabur karena informasi mengenai mimpi-mimpi tersebut bisa dikatakan corrupt atau buram.
Duh, post ini kali ini sangat random sekali. Maklum, sejak Oktober saya bertekad membuat satu tulisan setiap Senin, tapi pekan ini tidak ada ide. Dan ternyata ide ini baru muncul di akhir pekan, itu pun ide yang random. Haha. Harap maklum ya.
Bacaan Lainnya
- Using Just 10% of Your Brain? Think Again – WSJ.com
- What are some brain hacks that neuroscientists/psychologists know but most people don’t? – Quora.com
Update
28 Januari 2013 — Human Brain Project
Menurut kamu, setuju gak teknologi pengendali perilaku otak itu dibuat?
salam kenal sebelumnya brader..
Aku setuju, tapi gak punya alasan kuat dengan statement setuju tersebut#EfekBelumPaham..
“perasaan di mana pernah mengalami hal yang sama persis sebelumnya, padahal tidak” ternyata istilah kerenya deja vu ya??hem baru tahu sekarng…makasih infonya…
hahaha. wah, tulisan saya belibet yak xD mohon maap
thanks for leaving comment :-D