Jogjakarta (+Solo) Journey

Alhamdulillah saya tiba kembali di Depok dengan selamat pada hari Kamis pagi, 13 Januari 2011. Terhitung 4,5 hari sejak Sabtu malam saya berangkat menuju Jogjakarta. Oia, judul di atas merepresentasikan perjalanan saya yang awalnya cuma berniat ke Jogja, tapi ternyata ada bonus-bonusnya ke Solo juga. Gimana ceritanya? tetep dibaca aja ampe akhir. Ada beberapa hal yang ingin saya bagi kali ini :D

Berangkat

Awalnya saya berencana untuk berangkat pada hari Jumat malam agar saya bisa nyampe Jogjakarta pada hari Sabtu paginya. Akan tetapi karena sorenya saya menghadiri pertemuan Baticube team, akhirnya saya kurang memiliki waktu untuk ber-packing ria. Alhasil saya selesai packing pada pukul setengah delapan malam. Kereta Progo, yang mengantarkan saya Jakarta-Jogja itu berangkat pukul sembilan malam. Nah loh, kurang 1,5 jam. Padahal perjalanan dari Depok ke Stasiun Kota bisa nyampe sejam. Trus dari Stasiun Kota ke Stasiun Pasar Senen bisa nyampe setengah jam. Ngepas amat?! Itu belum kalo saya harus nunggu kereta lagi atau ada hambatan lainnya. Alhasil saya tidak jadi berangkat Jumat malam itu.

1. Sediakan waktu khusus untuk packing yang cukup. Kalo bisa hari sebelumnya udah packing. Bukan hari itu juga

Berbekal pengalaman sebelumnya, saya ber-packing ria dengan lebih leluasa dan lebih siap. Alhamdulillah saya bisa berangkat pukul 4 sore dari Depok, walaupun sempet kesel juga sama abang ojek yang masang tarif IDR10rb dari kosan ampe stasiun UI. Grrr. Nyampe stasiun saya pesen kereta AC Ekonomi. Nah saya lihat peta kok sepertinya saya tidak perlu ke Stasiun Kota untuk menuju Stasiun Pasar Senen, tapi saya cuma perlu berhenti Stasiun Manggarai. Akhirnya saya turun deh pas di Stasiun Manggarai.

2. Sebisa mungkin, hindari naik ojek di lingkungan sekitar UI, muahalll euy!

Peta KRL JabodetabekKabar buruknya ketika saya memesan tiket kereta menuju Stasiun Pasar Senen di loket, ternyata jadwal kereta hanya ada di hari kerja (saat itu hari Sabtu atau akhir pekan). Kalo mau ke Stasiun Pasar Senen, saya harus menuju Stasiun Kota terlebih dahulu. Eyaaak, saya salah turun stasiun. Saya langsung berpikir, wah kalo gitu saya naik Kereta AC Ekonomi tadi aja, mungkin pegawai nya baik hati membolehkan saya numpang AC Ekonomi tadi ampe Stasiun Kota, lagipula saya udah beli tiketnya kan tadi, cuman salah turun aja. Namun terlambat, tepat ketika saya beranjak menuju kereta, kereta itu sudah berangkat. Dengan terpaksa saya harus menaiki Kereta Ekonomi biasa untuk menuju Stasiun Kota kemudian menuju Stasiun Pasar Senen.

3. Ketahuilah jadwal transportasi umum yang akan mengantarkanmu ke tempat tujuan

Nyampe Stasiun Pasar Senen, saya langsung beli tiket karcis Kereta Progo. Saat itu waktu menunjukkan pukul 7 malam, sedangkan Progo berangkat pukul 9 malam. Wah 2 jam nganggur nih. Akhirnya saya nemu koran bertanggal 2 minggu sebelumnya di tas untuk saya baca. :mrgreen:

4. Siapkan bahan bacaan berupa koran atau buku. Sangat membantu untuk membunuh waktu

Perjalanan Jakarta-Jogja membutuhkan waktu sekitar 10,5 jam. Waktu pemberangkatan yakni pukul setengah 9 malam, kemudian saya nyampe Jogja sekitar pukul 8 pagi. Sepanjang perjalanan saya mengalami gangguan yang tidak mengenakkan saya, yakni gangguan asap rokok. Bayangin aja, depan belakang samping kanan kiri semua orang itu merokok. Eneg bangeeet!

5. Siapkan masker untuk menghindari siksaan asap rokok di sekitarmu

Tiba di Jogjakarta

Setibanya di Jogjakarta, saya langsung menuju tempat penginapan teman-teman yang juga sedang berkunjung ke Jogjakarta. Mereka yakni Shandy, Danny, April, dan Desta. Keempatnya merupakan teman kampus. Hari itu kami pergi ke Universitas Gadjah Mada dan dua tempat peternak kalkun. Saya sendiri baru tahu bentuk kalkun kayak gimana. Ya kayak ayam biasa sih, tapiii bentuknya lebih gedhe dan mirip-mirip sama merak gitu. Belum tahu bentuk kalkun kayak apa? Berikut gambarnya. Trus mau tahu juga ngapain kok ke tempat peternak kalkun? Nah, keempat teman saya ini sedang mengembangkan usaha pizza kalkun. Mau tahu rasanya? Makanya berkunjung ke Depok saja, nanti hubungi saya, biar saya antarkan ke tempat teman-teman saya ini berjualan ;-)

Kalkun Muda

Kalkun Dewasa

Setelah itu saya berkunjung ke kuliner Oseng-Oseng Mercon. Rasanya sangat pedas seperti namanya, mercon. Hahaha. Namun harganya cukup mahal, IDR12rb. Ya lumayanlah, ga usah sering-sering, cukup sekali saja. Hehe. Setelah itu saya mencoba Mister Burger, uenaaak banget. Sepertinya cabangnya masih hanya di Jogjakarta. Saya langsung kenyang itu, lebih enak dari seluruh burger yang pernah saya makan. Harganya cuma IDR8rb. ;-)

Wisata ke Prambanan

Kami berangkat pukul 9 pagi menuju Candi Prambanan dengan menggunakan Trans Jogja. Transportasi umum ini mirip dengan Trans Jakarta alias Busway. Harga karcis IDR3rb. Perjalanan ditempuh selama satu jam. Harga tiket masuk kawasan candi IDR20rb. Kawasan candi masih diperbaiki pasca gempa sebelumnya yang belum lama itu. Tapi hal itu tidak menghalangi kami untuk bernarsis ria. Hahaha.

Background: Candi PrambananMenuju Solo

Kami menggunakan Prambanan Express, dengan tarif IDR9rb, dari Stasiun Tugu Jogjakarta menuju Stasiun Solo Balapan. Ada yang belum tahu rupa Pramex? Lihat gambar ya. Oia selalu tiba di stasiun jauh lebih awal daripada jadwal kereta, mungkin sejam sebelum kereta berangkat. Untuk menghindari keterlambatan aja. ;-)

Interior Prambanan Express (pramex)Tiba di Solo

Perjalanan menempuh waktu satu jam. Kami menuju Solo untuk berkunjung ke kerabatnya Shandy. Di tempat itu kami berjalan-jalan di kebun teh. Kemudian maunya sih ke air terjun TawangMangu. Namun karena kendala kendaraan menuju tempat wisata, akhirnya niat itu diurungkan. Oia hawanya sangat dingin sampe-sampe kami malas mandi. Hahaha. Kecuali Danny yang memang sudah biasa mandi dengan air dingin. (y) By the way, terima kasih banyak kami ucapkan kepada keluarganya Shandy karena telah bersedia menampung kami. Banyak hal menarik dan tak terlupakan di daerah itu :-)

Keluarga Shandy dan kami berempatKembali ke Depok

Sementara mereka berempat menggunakan transportasi pesawat terbang untuk kembali ke Depok, saya sendiri menggunakan Progo kembali. Dalam perjalanan, saya bertemu dengan tiga orang unik. Orang pertama merupakan orang asli NTT yang sedang kuliah di Jogja. Orang kedua merupakan orang Jogja yang ingin ke Jakarta untuk melamar pekerjaan. Orang ketiga merupakan orang Jakarta yang kuliah di D3 Teknik Elektro UGM. Sepanjang perjalanan, saya mencoba berbagi dan mengobrol dengan ketiga orang tersebut. Mulai dari uniknya Jogja, mistisnya Merapi, menariknya Dagadu, hingga pengalaman hidup memilih jurusan. Hahaha. Alhamdulillah perjalanan lancar itu memberikan banyak wawasan baru kepada saya. Alhamdulillah :D

6. Menariknya naik kereta ekonomi ya itu, bisa berbagi dengan orang yang tidak dikenal.

Akhir cerita

Banyak hal kecil lainnya yang masih belum diceritakan. Akan tetapi semoga informasi ini berguna bagi kamu yang berencana pergi ke Jogjakarta dan Solo. Bagi ceritamu tentang Jogja dan Solo di sini ya :D

Jogja: Never Ending Asia

6 thoughts on “Jogjakarta (+Solo) Journey

  1. wow.. walapun cerita ini terjadi 2thn yg lalu, tapi ini menarik bgt, khususnya buat saya bersama tmn2 kantor yg mau mencoba ke yogya naik kereta dari psr senen, rencana mau thn baruan di yogya, by the way saya jg brngkt dr stasiun UI loh.. saya tinggal di kelapadua depok, jd pas bgt ini cerita’y. awesome!!

  2. Cerita menarik … O ya, kalau peternakan kalkun di Yogya itu di mana tempatnya, boleh saya tahu alamatnya ?

    • bisa naik dari shelter transjogja mana aja
      soalnya nurut ama trayeknya aja, istilah busway nya tu koridor
      ntar tanya aja sama petugasnya, bakal ditunjukin kok
      Perjalanan Malioboro – Prambanan kemaren saya naik turun TransJogja 2 kali dan menempuh waktu sejam
      Maaf kurang hafal nama trayeknya

Leave a Reply