Bulan Januari 2012 lalu, saya berkunjung ke Pulau Lombok Bali dan sekitarnya. 2 hari di Pulau Lombok dan 3 hari di Pulau Gili Trawangan. Berikut cerita hari pertama hingga keenam perjalanan saya di Bali-Lombok. Perjalanan ini dinamakan #vaca7ion.

Hari Pertama

Pagi pukul 10 siang saya berangkat dari Depok menuju Terminal Pasar Minggu. Dari Pasar Minggu, saya berangkat menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan menggunakan Bus DAMRI. Setibanya di bandara, saya terbengong-bengong seperti orang udik. Iya, saya baru pertama kali berkunjung ke bandara dan naik pesawat. *gleg*. Yak, singkat cerita kemudian saya tiba di Bali. Om Swastiastu. Setibanya di Bali saya langsung menuju Padang Bai. Karena sudah malam akhirnya kami memutuskan untuk menginap saja di Marco Inn dan Kembar Inn.

  • Naik Bus Damri dari Pasar Minggu ke Bandara Soekarno Hatta 20K
  • Pajak bandara (berangkat) Bandara Soekarno Hatta ke Bandara Ngurah Rai 40K
  • Sewa mobil (kolektif) di Bali dari Bandara Ngurah Rai ke Pelabuhan Padang Bai 50K
  • Sewa kamar (kolektif) 1 malam di Pelabuhan Padang Bai Bali 50K
Ruang tunggu sebelum naik pesawat menuju perjalanan lombok bali

Ruang Tunggu Bandara

Hari Kedua

Pagi-pagi sekali kami berjalan-jalan di sekitar pantai sambil menikmati pemandangan ibadah warga setempat. Di Marco Inn, saya memilih sarapan pancake. Yummy! Agak siang, kami berlayar dengan Kapal Feri menuju Pulau Lombok. Setibanya di Lombok, tepatnya Lembar, kami dijemput travel untuk diantarkan menuju salah satu rumah kolega orang tua teman saya. Sebelum malam menjelang, kami berjalan-jalan di sekitar Pantai Senggigi.

  • Naik kapal feri dari Padang Bai Bali ke Pelabuhan Lembar Lombok 36K
  • Sewa mobil (kolektif) di Lombok dari Pelabuhan Lembar ke daerah Senggigi 45K
  • Masuk Pantai Senggigi 1K
Pantai Senggigi Lombok

Pantai Senggigi Lombok

Hari Ketiga

Pagi-pagi sekali kami berangkat menuju Pantai Bangsal untuk menyeberang ke Pulau Gili Trawangan. Yang menarik dari sini yakni kami naik bemo yang berkapasitas 6 hingga 8 orang. Saat itu sedang hujan namun sang supir agak ngebut, jadi perjalanan tersebut sangat memacu adrenalin kami. LOL. Setibanya di pantai tersebut kami menyeberang ke Gili Trawangan dengan menggunakan perahu yang perawakannya mirip dengan perahu yang sering digunakan nelayan melaut. Setibanya di Gili Trawangan, kami memecah kelompok untuk mencari rekomendasi tempat tinggal yang bisa dihuni oleh 17 orang (7 cowok dan 10 cewek). And we got it! Tentunya setelah berdebat dan diskusi yang lumayan sengit dalam rombongan. Sore harinya kami berjalan-jalan dengan menggunakan sepeda sewa. Malamnya kami berjalan-jalan menikmati suasana malam Gili Trawangan.

  • Sewa bemo (kolektif) dari daerah Senggigi ke Pantai Bangsal 15K
  • Naik kapal menyeberang dari Pulau Lombok ke Pulau Gili Trawangan 10K
  • Sewa kamar (kolektif) 2 malam di Gili Trawangan 2x40K
  • Sewa sepeda di Gili Trawangan 35K
Pantai Gili Trawangan Lombok

Pantai Gili Trawangan Lombok

Hari Keempat

Hari selanjutnya kegiatan utama kami snorkeling ke Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan. Setelah itu malamnya kami ber-barbeque-ria. Menurut saya epic fail sekali karena dengan maksud meminta tolong pemilik rumah sewa untuk membelikan kami bahan mentah barbeque, ternyata mereka memasaknya juga. *krik*

  • Main snorkeling 75K
  • Barbeque 20K
Snorkeling di salah satu Gili Lombok

Snorkeling

Hari Kelima

Esoknya kami berangkat menuju Pulau Lombok untuk menjelajah pesona Lombok. Diantarkan travel, kami membeli oleh-oleh khas Lombok, saya membeli kacang khas Lombok dan jenang rumput laut. Kemudian kami mencicipi Ayam Bakar Taliwang. Setelah itu saya berkesempatan melihat warga membuat kerajinan tenun dan memakai baju adat Lombok di Sukarara. Nah yang paling berkesan yakni saya berkunjung ke Tanjung Aan yang eksotis. Pasirnya benar-benar sebesar merica dan kaki saya langsung tenggelam sekitar 10-15 sentimeter saat menginjakkan kaki di atasnya. Sayang sekali saat itu sedang hujan, jadi tidak bisa eksplorasi lebih jauh. Kami bermalam di Kapal Feri menuju Padang Bai. Sepertinya kapal tersebut didesain untuk perjalanan malam karena cocok digunakan untuk tidur atau beristirahat.

  • Naik kapal menyeberang dari Pulau Gili Trawangan ke Pulau Lombok 10K
  • Sewa mobil (kolektif) di Lombok keliling ke beberapa tempat wisata 71K
  • Naik kapal feri dari Lombok ke Bali 36K
Ayam Bakar Taliwang dan Cilincing Kangkung, makanan khas Lombok

Ayam Bakar Taliwang

Kain tenun khas Lombok di Sukarara

Pakaian Adat khas Lombok

Pasir merica di Pantai Tanjung Aan Lombok

Pasir merica di Pantai Tanjung Aan

Hari Keenam

Kami tiba di Padang Bai dini hari dan kami melanjutkan istirahat kami di lobi pelabuhan. Kami mengalami sebuah konflik tak terlupakan sepanjang perjalanan di Padang Bai. Penasaran? Silahkan baca kelanjutan cerita perjalanan Bali-Lombok bagian kedua. Setibanya di penginapan Kuta, kami langsung menuju pantai Kuta untuk melihat sunset. Langitnya sedang cerah sekali sehingga saya pun dapat menikmati betapa indahnya matahari tenggelam. Subhanallah.

  • Dipalak preman pelabuhan (kolektif) di Bali dari Padang Bai ke daerah Sanur45K
  • Sewa kamar (kolektif) di Bali 3 malam 135K

To be continued to blogpost Lombok Bali Part 2. Enjoy reading! :-)

Sunset Kuta Bali

Sunset Kuta Bali

Disclosure: Sumber informasi tentang biaya merupakan gabungan antara pengalaman pribadi dan @cabeee. Semua foto yang ada merupakan hasil jepretan pribadi, @ianhutomo, @triannn, dan @grinano. Terima kasih kepada captain @shandyisme yang telah memimpin perjalanan ini.